Kamis, 15 Oktober 2015

Fungsi dan Peranan Bahasa Indonesia

Fungsi dan Peranan Bahasa Indonesia

1.            Pendahuluan
Bahasa merupakan salah satu bagian dalam kebudayaan yang ada pada semua masyarakat di dunia. Bahasa terdiri atas bahasa lisan dan tulisan. Sebagai bagian dari kebudayaan di mana manusia memegang peranan penting, bahasa juga turut ambil bagian dalam peran manusia itu karena fungsinya sebagai alat komunikasi yang terus berkembang sesuai dengan perkembangan peradaban manusia itu sendiri.
Demikian pula halnya dengan bahasa Indonesia adalah bahasa yang sekaligus menyandang tiga buah status, yaitu sebagai bahasa persatuan, sebagai bahasa nasional, dan sebagai bahasa yang menjadi lambang negara Indonesia. Kongres pemuda pada tahun 1928 dan menghasilkan sebuah maklumat yang disebut Sumpah Pemuda. “KAMI POETRA – POETRI BANGSA INDONESIA MENDJUNDJOENG BAHASA PERSATUAN BAHASA INDONESIA” kalimat di atas merupakan penggalan dari Sumpah Pemuda yang dicetuskan pada tanggal 28 Oktober 1928. Sumpah Pemuda merupakan tonggak awal keberadaan bahasa Indonesia yang dahulu lebih dikenal dengan bahasa Melayu.
Pada dasarnya seluruh kegiatan manusia akan sangat berkaitan erat dengan bahasa. Bahasa tidak hanya dapat digunakan dalam bentuk lisan, tapi juga dapat digunakan dalam bentuk tulisan. Ilmu filsafat juga tidak lepas dari penggunaan bahasa, banyak filsafah yang justru mengawali pemikirannya dari problem bahasa. Tentunya bahasa disini bukan berarti sekedar mempelajari tata gramatikal bahasa ataupun bahasa asing, melainkan bagaimana pengertian seseorang dapat terpengaruh hanya dari penggunaan kata-kata atau pemikiran.
2.            Dasar Hukum
Dasar hukum diterapkan berdasarkan UU Replubik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009, yaitu

·            Bahasa Indonesia yang dinyatakan sebagai bahasa resmi negara dalam Pasal 36 Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945 bersumber dari bahasa yang diikrarkan dalam Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 sebagai bahasa persatuan yang dikembangkan sesuai dengan dinamika peradaban bangsa.
·            Bahasa Indonesia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berfungsi sebagai jati diri bangsa, kebanggaan nasional, sarana pemersatu berbagai suku bangsa, serta sarana komunikasi antardaerah dan antarbudaya daerah
·            Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berfungsi sebagai bahasa resmi kenegaraan, pengantar pendidikan, komunikasi tingkat nasional, pengembangan kebudayaan nasional, transaksi dan dokumentasi niaga, serta sarana pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan bahasa media massa.

   3.         Peranan Bahasa Indonesia
Secara umum peran bahasa Indonesia sebagai bahasa negara adalah sebagai bahasa pengantar dalam acara-acara formal seperti sidang DPR, sekolah, kuliah, pekerjaan , dan lain-lain. Di dalam kedudukannya sebagai bahasa Negara, bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat pengembangan kebudayaan nasional, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Di dalam hubungan ini bahasa Indonesia adalah satu – satunya alat yang memungkinkan untuk membina dan mengembangkan kebudayaan nasional sedemikian rupa sehingga Indonesia memikili ciri – ciri dan identitasnya sendiri yang dapat membedakannya dari kebudayaan daerah atau negara lain. Pada waktu yang sama, bahasa Indonesia kita pergunakan sebagai alat untuk menyatakan nilai – nilai sosial budaya nasional kita. Disamping itu, sekarang ini fungsi bahasa Indonesia telah pula bertambah besar. Bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa media massa. media massa cetak dan elektronik, baik visual, audio, maupun audio visual harus memakai bahasa Indonesia. Media massa menjadi tumpuan untuk dapat menyebarluaskan bahasa Indonesia secara baik dan benar.

Peranan Bahasa Indonesia dalam Konsep Ilmiah “Karya Tulis Ilmiah”

Sering kali pada konteks ilmiah bahasa diartikan sebagai buah pikir penulis, sebagai hasil dari pengamatan, tinjauan, penelitian yang dilakukan oleh si penulis tersebut pada ilmu pengetahuan tertentu. Dalam konteks karya ilmiah isi dari karya ilmiah harus menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, baik dalam penulisan dan tata bahasanya.

Dalam penulisan ilmiah, bahasa merupakan hal yang terpenting karena pemilihan kata dan penggunaan ejaan yang disempurnakan merupakan bagian dari bahasa Indonesia. Untuk itu kita harus sebaik mungkin menggunakannya, antara lain :
·         Dalam hal penggunaan ejaan. Ejaan ialah penggambaran bunyi bahasa dalam kaidah tulismenulis yang distandarisasikan; yang meliputi pemakaian huruf, penulisan huruf, penulisan kata, penulisan unsur serapan, dan pemakaian tanda baca.
·         Dalam hal penulisan kata. Baik kata dasar, kata turunan, bentuk ulang, kata ganti, kata depan, kata sandang, maupun gabungan kata.
·         Dalam penggunaan partikel lah, kah, tah, pun. Partikel lah, kah, tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Contoh: Pergilah sekarang! Sedangkan partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya. Contoh: Jika engkau pergi, aku pun akan pergi. Kata-kata yang sudah dianggap padu ditulis serangkai, seperti andaipun, ataupun, bagaimanapun, kalaupun, walaupun, meskipun, sekalipun.
·         Dalam hal pemakaian Ragam Bahasa. Berdasarkan pemakaiannya, bahasa memiliki bermacam-macam ragam sesuai dengan fungsi, kedudukan, serta lingkungannya. Ragam bahasa pada pokoknya terdiri atas ragam lisan dan ragam tulis. Ragam lisan terdiri atas ragam lisan baku dan ragam lisan takbaku; ragam tulis terdiri atas ragam tulis baku dan ragam tulis tak baku.
·         Dalam penulisan Singkatan dan Akronim.Singkatan nama orang, nama gelar, sapaan jabatan atau pangkat diikuti tanda titik. Contoh: Muh. Yamin, S.H. (Sarjana Hukum ). Singkatan yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik. Contoh: dll. hlm. sda. Yth. Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi, serta dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal setiap kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti tanda titik. Contoh: DPR GBHN KTP PT. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital. Contoh: ABRI LAN IKIP SIM. Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf kapital. Contoh: Akabri Bappenas Iwapi Kowani.
·         Dalam penulisan Angka dan Lambang Bilangan. Penulisan kata bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara berikut. Contoh: Abad XX dikenal sebagai abad teknologi. Lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf, kecuali jika beberapa lambang dipakai berturut-turut. Contoh: Ada sekitar lima puluh calon mahasiswa yang tidak diterima diperguruan tinggi itu.
·         Dalam pemakaian tanda baca. Pemakaian tanda titik (.), tanda koma (,), tanda titik dua (:), tanda titik koma (,), tanda hubung, (-) tanda pisah (_), tanda petik ("), tanda garis miring, (/) dan tanda penyingkat atau aprostop (').
·         Dalam pemakaian imbuhan, awalan, dan akhiran.
·         Dalam penulisan ilmiah, selain harus memperhatikan faktor kebahasaan, kita pun harus mempertimbangkan berbagai faktor di luar kebahasaan. Faktor tersebut sangat berpengaruh pada penggunaan kata karena kata merupakan tempat menampung ide. Dalam kaitan ini, kita harus memperhatikan ketepatan kata yang mengandung gagasan atau ide yang kita sampaikan, kemudian kesesuaian kata dengan situasi bicara dan kondisi pendengar atau pembaca.

Jadi dapat disimpulkan peranan dan fungsi bahasa Indonesia dalam konteks ilmiah sangatlah penting. Karena hasil baik dari penulisan ilmiah tidak lepas dari segi penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Sebagai Alat Untuk Mengembangkan Ilmu Pengetahuan

Menurut Sunaryo (2000 : 6), tanpa adanya bahasa (termasuk bahasa Indonesia) IPTEK tidak dapat tumbuh dan berkembang. Selain itu bahasa Indonesia di dalam struktur budaya, ternyata memiliki kedudukan, fungsi, dan peran ganda, yaitu sebagai akar dan produk budaya yang sekaligus berfungsi sebagai sarana berpikir dan sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tanpa peran bahasa serupa itu, ilmu pengetahuan dan teknologi tidak akan dapat berkembang. Implikasinya di dalam pengembangan daya nalar, menjadikan bahasa sebagai prasarana berpikir modern. Oleh karena itu, jika cermat dalam menggunakan bahasa, kita akan cermat pula dalam berpikir karena bahasa merupakan cermin dari daya nalar (pikiran).
   
Bahasa Indonesia juga digunakan sebagai alat pengembangan kebudayaan nasional, ilmu pengetahuan dan teknologi. Bahasa Indonesia merupakan alat yang digunakan sebagai bahasa media massa untuk menunjang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bahasa Indonesia yang benar adalah bahasa yang menerapkan kaidah dengan konsisten. Sedangkan bahasa yang baik adalah bahasa yang mempunyai nilai rasa yang tepat dan sesuai dengan situasi pemakaiannnya. Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar akan menghasilkan pemikiran yang baik dan benar pula. Kenyataan bahwa bahasa Indonesia sebagai wujud identitas bahasa Indonesia menjadi sarana komunikasi di dalam masyarakat modern. Bahasa Indonesia bersikap terbuka sehingga mampu mengembangkan dan menjalankan fungsinya sebagai sarana komunikasi masyarakat modern.

Semakin berkembangnya teknologi di dalam kehidupan kita akan berdampak juga pada perkembangan dan pertumbuhan bahasa sebagai sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi. Di dalam era globalisasi itu, bangsa Indonesia harus ikut berperan di dalam dunia persaingan bebas, baik di bidang politik, ekonomi, maupun komunikasi. Konsep-konsep dan istilah baru di dalam pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) secara tidak langsung memperkaya khasanah bahasa Indonesia. Dengan demikian, semua produk budaya akan tumbuh dan berkembang pula sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itu, termasuk bahasa Indonesia, sekaligus berperan sebagai prasarana berpikir dan sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan IPTEK itu.

4.            Fungsi Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional mempunyai fungsi khusus, yaitu:
a.       Bahasa resmi kenegaraan;
b.      Bahasa pengantar dalam dunia pendidikan;
c.       Bahasa resmi untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional serta kepentingan pemerintah;
d.      Alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara mempunyai fungsi:
a.       Bahasa resmi kenegaraan;
b.      Bahasa pengantar dalam dunia pendidikan;
c.       Bahasa resmi untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional serta kepentingan pemerintah;
d.      Alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi.

Bahasa Indonesia memiliki fungsi-fungsi yang dimiliki oleh bahasa baku, yaitu:
a.       Fungsi pemersatu, bahasa Indonesia memersatukan suku bangsa yang berlatar budaya dan bahasa yang berbeda-beda;
b.      Fungsi pemberi ke-khasan, bahasa baku memperbedakan bahasa itu dengan bahasa yang lain;
c.       Fungsi penambah kewibawaan, bagi orang yang mahir berbahasa Indonesia dengan baik dan benar;
d.      Fungsi sebagai kerangka acuan, bahasa baku merupakan norma dan kaidah yang menjadi tolok ukur yang disepakati bersama untuk menilai ketepatan penggunaan bahasa atau ragam bahasa.

Referensi         :
Chaer, Abdul. 2010. Telaah Bibliografi Kebahasaan. Jakarta: PT. Rineka Cipta.





Senin, 15 Juni 2015

Struktur Dan Desain Kepemimpinan

PENGERTIAN STRUKTUR


Image result for struktur dan desain kepemimpinan

Struktur adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian baik secara posisi maupun tugas yang ada pada perusahaaan dalam menjalin kegiatan operasional untuk mencapai tujuan ,bagaimana pekerjaan dibagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan secara formal.

Ada enam elemen kunci yang perlu diperhatikan oleh para manajer ketika hendak mendesain struktur, antara lain :

  1. Spesialisasi pekerjaan ,berisi tugas dalam organisasi
  2. Departementalisasi, mengelompokkan pekerjaan ,berupa proses.
  3. Rantai komando, wewenang yang membentang dari puncak organisasi dan menjelaskan tanggung jawab.
  4. Rentang kendali, arahan manajer secara efisien dan efektif.
  5. Sentralisasi dan Desentralisasi , tingkat pengambilan keputusan terkonsentrasi pada satu titik di dalam organisasi. Desentralisasi adalah lawan dari sentralisasi.
  6. Formalisasi ,berisi sejauh mana pekerjaan dalam sebuah organisasi.
  • KONSEP ORGANISASI DAN KEPEMIMPINAN
Organisasi berasal dari kata organon dalam bahasa Yunani yang berarti alat. Sementara Pengorganisasian berasal dari istilah organism yang merupakan sebuah entitas dengan bagian-bagian yang terintegrasi , saling berkaitan secara utuh. Pada prinsipnya setiap organisasi harus memiliki tiga unsur dasar, yaitu orang-orang (sekumpulan orang), kerjasama, tujuan yang ingin dicapai.


Proses pengorganisasian mencakup kegiatan-kegiatan berikut:

  • Pembagian kerja yang harus dilakukan dan menugaskannya pada individu tertentu, kelompok-kelompok dan departemen.
  • Pembagian aktivitas menurut level kekuasaan dan tanggungjawab.
  • Pembagian/pengelompokkan tugas menurut tipe dan jenis berbeda-beda.
  • Penggunaan mekanisme koordinasi kegiatan individu dan kelompok.
  • Pengaturan hubungan kerja antara anggota organisasi.


Tipe-tipe pemimpin dapat dikelompokkan berdasarkan jenis-jenisnya antara lain:
1. Tipe Otokratis

Menganggap organisasi sebagai pemilik pribadi, menganggap bawahan sebagai alat, tidak menerima kritik, saran dan pendapat.

2. Tipe Militeristis

Menggerakan bawahan dengan sistem perintah, bergantung kepada pangkat dan jabatannya, sukar menerima kritikan dari bawahannya.

3. Tipe Paternalistis

Menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa, bersikap terlalu melindungi (overly protective), jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan daya kreasi dan fantasinya , bersikap maha tahu.

4. Tipe Karismatik

Mempunyai daya tarik ,sering hanya dikatakan bahwa pemimpin yang demikian diberkahi dengan kekuatan gaib (supra natural powers). Kekayaan, umur, kesehatan, profil tidak dapat dipergunakan sebagai kriteria untuk karisma.

5. Tipe Demokratis

Pemimpin bagi organisasi modern, senang menerima saran, pendapat, dan bahkan kritik dari bawahannya, berusaha mengutamakan kerjasama dalam usaha mencapai tujuan dan berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin.

Kepemimpinan yang efektif harus memberikan pengarahan terhadap semua pekerja dalam mencapai tujuan organisasi, tanpa kepemimpinan tujuan organisasi mungkin menjadi renggang (lemah). Oleh karena itu kepemimpinan sangat diperlukan bila suatu organisasi ingin sukses.

Struktur dalam sebuah organisasi mencerminkan kegiatan sebagai berikut, yakni:


  • Adanya pengorganisasian proses pekerjaan;
  • Adanya deskripsi berkenaan dengan wilayah atau lingkup kerja;
  • Adanya deskripsi tugas kerja;
  • Adanya identifikasi kompetensi; dan
  • Adanya Identifikasi kompetensi perorangan.

Senin, 04 Mei 2015

PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM ORGANISASI

Nama : Agung Andika Putra                       

Kelas : 2KA13

NPM  : 10113334
Image result for pengambilan keputusan dalam organisasi

1. Pengertian Keputusan
Pengambilan keputusan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi individu maupun organisasi. Mengambil keputusan kadang-kadang mudah tetapi lebih sering sulit sekali. Kemudahan atau kesulitan mengambil keputusan tergantung pada banyaknya alternatif yang tersedia. Semakin banyak alternatif yang tersedia, kita akan semakin sulit dalam mengambil keputusan. Keputusan yang diambil memiliki tinkat yang berbeda-beda. Ada keputusan yang tidak terlalu berpengaruh terhadap organisasi, tetapi ada keputusan yang dapat menentukan kelangsungan hidup organisasi. Oleh karena itu, hendaknya mengambil keputusan dengan hati-hati dan bijaksana.
Keputusan adalah sesuatu pilihan yang diambil diantara satu atau lebih pilihan yang tersedia.
2. Jenis-Jenis Keputusan
Jenis Keputusan dalam sebuah organisasi dapat digolongkan berdasarkan banyaknya waktu yang diperlukan untuk mengambil keputusan tersebut. Bagian mana organisasi harus dilibatkan dalam mengambil keputusan, dan pada bagian organisasi mana keputusan tersebut difokuskan. 
Secara garis besar keputusan digolongkan ke dalam keputusan rutin dan keputusan yang tidak rutin. Keputusan rutin adalah keputusan yang sifatnya rutin dan berulang-ulang, dan biasanya telah dikembangkan cara tertentu untuk mengendalikannya. Keputusan tidak rutin adalah keputusan yang diambil pada saat-saat khusus dan tidak bersifat rutin.
Dalam mengambil keputusan, baik yang bersifat rutin maupun tidak, ada dua metode yang digunakan. Metode pertama adalah metode tradisional, dimana pengambilan keputusan lebih berdasarkan pada intuisi dan kebiasaan. Metode yang kedua adalah metode modern, dimana pengambilan keputusan didasarkan pada perhitungan matematis dan penggunaan instrumen yang bersifat modern, seperti komputer dan perhitungan statistik.
Pengambilan keputusan berdasrkan metode ada 2, yaitu tradisional dan modern. Pengambilan keputusan secara garis besar ada 2, yaitu rutin dan tidak rutin.
3. Tingkat Pengambilan Keputusan
Banyak jenis keputusan yang berbeda harus dibuat dalam organisasi. Seperti bagaimana membuat suatu produk, bagaimana memelihara mesin, bagaimana menjamin kualitas produk dan bagaimana membentuk hubungan yang saling menguntungkan dengan pelanggan.
Dengan keputusan yang berbeda ini, beberapa tipe dasar pemikiran harus dikembangkan untuk menetapkan siapa saja yang memiliki tanggung jawab untuk membuat keputusan dalam organisasi.
Pemikiran tersebut didasarkan pada dua faktor berikut :
  1. Sejauh mana keputusan yang diambil akan mempengaruhi pihak lain.
  2. Tingkat manajemen.
Keputusan yang diambil mungkin hanya memiliki sedikit pengaruh terhadap organisasi secara umum, tetapi bisa saja sebaliknya. Semakin banyak pengaruh keputusan yang diambil terhadap organisasi tersebut, semakin vital keputusan tersebut. Tingkatan pada manajemen menuntuk pada manajemen tingkat bawah, menengah, dan atas. Dasar pemikiran untuk menentukan siapa yang akan mengambil keputusan adalah semakin besar pengaruh keputusan yang diambil terhadap organisasi (yang artinya semakin vital keputusan tersebut) maka semakin tinggi tingkatan manajer yang bertanggung jawab atas pengambilan keputusan tersebut.
Walaupun seseorang wirausahawan memiliki tanggung jawab dalam pembuatan keputusan tertentu, tidak berarti ketika mengambil keputusan tidak membutuhkan bantuan orang lain, terutama anggota organisasinya.
Ada sebuah cara yang disebut “konsensus” yang biasa digunakan wirausahawan untuk mendorong anggota organisasi terlibat dalam pengambilan keputusan tertentu. Konsensus adalah persetujuan dalam pengambilan keputusan oleh semua individu yang terlibat didalamnya. Konsensus biasanya terjadi setelah pertimbangan dan pembahasan mendalam yang lama oleh anggota-anggota dari kelompok yang mengambil keputusan.
Keputusan melalui konsensus memiliki kelebihan dan kekurangan.
  • Kelebihannya : Seorang wirausaha dapat lebih memanfaatkan perhatian pada konsep, sementara anggota organisasi lainnya mengembangkan konsep dasar tersebut menjadi sebuah keputusan konkrit dan dapat diambil.
  • Kekurangannya : terlalu banyak orang yang dilibatkan, amak pengambilan keputusan memakan waktu yang relatif lama dan biayanya yang relatif mahal.
4. Proses pengambilan keputusan
Proses pengambilan keputusan didefinisikan sebagai langkah yang diambil oleh pembuat keputusan untuk memilih alternatif yang tersedia. Adapun langkah sistematis yang harus dilakukan dalam proses pengambilan keputusan adalah sebgai berikut :
  1. Mengidentifikasi atau mengenali masalah yang dihadapi
  2. Mencari alternatif perusahaan bagi masalah yang dihadapi
  3. Memilih alternatif yang paling efisien dan efektif untuk memecahkan masalah
  4. Melaksanakan alternatif tersebut
  5. Mengevaluasi apakah alternatif yang dilaksanakan berhasil dan sesuai dengan yang diharapkan.
Berikut ini merupakan penjabaran proses pengambilan keputusan.
1. Pengambilan keputusan
Pengambilan keputusan pada dasarnya adalah proses pemecahan masalah yang menghalangi atau menghambat tercapainya tujuan. Agar masalah dapat dipecahkan, terlebih dahulu harus dikenali apa masalahnya.
2. Mencari alternatif pemecahan
Setelah masalh dikenali maka dapat dilakukan pencarian terhadap alternatif-alrternatif yang mungkin dapat memecahkan masalah yang dihadapi. Dalam mencari alternatif hendaknya tidak mamikirkan masalah efisiensi dan efektifitas. Ynag terpenting adalah mengumpulkan sebanyak-banyaknya alternatif. Setelah alternatif terkumpul, barulah disusun berurutan dari yang paling diinginkan sampai yang tidak diinginkan.
3. Memilih alternatif
Setelah alternatif tersusun, barulah dapat dilakukan pilihan alternatif yang dapat memberikan manfaat, dalam arti dapat memecahkan masalah dengan cara yang paling efektif dan efisien. Sebelum menjatuhkan pilihan pada sebuah alternatif, ajukan pertanyaan untuk tiap-tiap alternatif.
4. Pelaksanaan alternatif
Setelah alternatif dipilih, tibalah saatnya melaksanakannya ke dalam bentuk tindakan. pelaksanaan harus sesuai denga rencana, agar tujuan memecahkan masalh dapat tercapai.
5. Evaluasi
Setelah alternatif dilaksanakan, bukan berarti proses pengambilan keputusan telah selesai. Pelaksanaan alternatif harus terus diamati, apakah berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Bila langkah-langkah pelaksanaan telah dilakukan dengan benar tetapi hasil yang dicapai tidak maksimal, sudah waktunya untuk mempertimbangkan kembali pemilihan alternatif lainnya. Tidak maksimalnya hasil yang dicapai mungkin terjadi karena pengaruh negatif potensial benar-benar terjadi, atau mungkin pengaruh negatif yang tadinya tidak diperkirakan. 
Langkah proses pengambilan keputusan ada 5, yaitu identifikasi masalah, mencari alternatif pemecahan, pelaksanaan alternatif, dan evaluasi.

Selasa, 31 Maret 2015

Nama  : Agung Andika Putra
Kelas   : 2KA13
NPM   : 10113334

Bekerjasama Dalam Kelompok

Manusia tidak bisa dilepaskan dari takdirnya memiliki sifat sebagai mahluk sosial. Sifat tersebut melekat karena tidak ada satu manusia pun di muka bumi ini yang dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Maka dari sifat tersebut timbul komunikasi antar 2 orang atau lebih. Komunikasi tersebut berfungsi untuk bertukar pikiran dan informasi hingga membentuk sebuah kelompok. Sebelum masuk ke materi lebih lanjut berikut adalah definisi kelompok dari beberapa pendapat para ahli.  
  
            1.                  Definisi Kelompok dari Beberapa Ahli

·         Menurut Homans
Kelompok adalah sejumlah individu berkomunikasi satu dengan yang lain dalam jangka waktu tertentu dan jumlah anggota kelompok tersebut tidak banyak, sehingga tiap anggota dapat berkomunikasi dengan anggota yang lain.

·         Menurut Achmad S. Ruky
Kelompok adalah sekumpulan orang yang saling berinteraksi antara satu dengan yang lain dan secara psikologis sadar akan kehadiran anggota lain yang menganggap diri mereka sebagai sebuah kelompok

·         Menurut Muzafeer Sherif
Kelompok adalah kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih individu yang telah mengadakan interkasi secara intensif dan teratur, sehingga di antara individu tersebut telah terdapat norma – norma tertentu.

            Dari ketiga pendapat para ahli tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa kelompok adalah suatu kumpulan individu (dua orang atau lebih) yang saling berkomunikasi/berinteraksi secara intensif dan telah terdapat pembagian tugas serta struktur yang dibatasi oleh norma – norma tertentu baik disadari ataupun tidak disadari oleh anggota kelompok tersebut.
     Dalam komunikasi dan interaksi untuk membentuk kelompok, kita perlu memerhatikan beberapa hal sebagai panduan untuk membuat model pembentukan kelompok. Hal ini diperlukan agar kelompok yang kita buat dapat tetap kompak untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

            2.                  Tahapan Pembentukan Kelompok

        Teori ini pertama kali diajukan oleh Bruce Tackman (1965) dan dianggap oleh beberapa ahli sebagai teori pembentukan kelompok terbaik dan menghasilkan ide – ide lain setelah konsep ini dicetuskan.
·         Tahap 1 – Forming
Kelompok baru terbentuk dan sudah ada pembagian tugas. Pada tahap ini anggota kelompok cenderung bekerja individualistis karena belum mengenal anggota lain dengan baik.

·         Tahap 2 – Storming
Anggota saling terbuka tentang ide – ide yang mereka punya. Selain itu, kelompok sudah mulai mengembangkan ide yang berhubungan dengan tugas yang harus mereka selesaikan.

·         Tahap 3 – Norming
Anggota kelompok sudah mulai memercayai satu sama lain seiring dengan mereka melihat kontribusi yang telah dilakukan oleh masing – masing anggota kelompok. Pada tahap ini peranan, tugas, dan tanggung jawab sudah jelas karena terdapat kesepakatan dan consensus antar anggota kelompok.

·         Tahap 4 – Performing
Pada tahap ini kelompok sudah bisa menyelesaikan tugas dengan baik. Selain itu anggota kelompok sudah saling bergantung dan menghormati dalam berkomunikasi.

·         Tahap – 5 Adjourning and Transforming
Tahap dimana tugas dan tujuan telah diselesaikan dengan baik sehingga anggota kelompok membubarkan diri.

            Kelima tahap tersebut bisa dijadikan pedoman ataupun referensi untuk membuat kelompok yang kokoh dan dapat menyelesaikan tujuan kelompok tersebut secara efektif dan efisien. Setelah kelompok sudah terbentuk maka disana terdapat kerjasama antar anggota kelompok seperti yang dijelaskan pada tahap pembentukan model kelompok pada poin 2 – 5. Kerjasama sangat diperlukan karena tujuan kelompok hanya akan bisa dilaksanakan jika dikerjakan bersama – sama.

            3.                   Kekuatan Team Work (Kerjasama Tim)

                      Team work atau kerjasama tim merupakan bentuk kerjasama dalam kelompok untuk mencapai target yang sudah disepakati oleh anggota kelompok. Harus disadari bahwa kerjasama tim merupakan peleburan berbagai karakter dalam pribadi seseorang menjadi satu karakter dalam satu pribadi untuk mencapai tujuan bersama. Di dalam sebuah tim perlu adanya kemauan untuk saling bekerjasama dan rasa saling mengerti serta mendukung satu sama lain merupakan kunci sukses dari kerjasama tim. Berikut adalah poin – poin yang menjadi dasar dalam bekerjasama.
  • Ketika berada dalam kelompok segala bentuk kepentingan pribadi, divisi, sektoral, dan departemen harus disingkirkan.
  • Kerjasama tim terbentuk dari beberapa divisi dan kepentingan individu, akan tetapi kepentingan bersama menjadi prioritas.
  • Keragaman individu akan menjadi indah jika kita dapat menyikapinya secara bijak dan akan menjadi buruk jika kita tidak memiliki rasa saling menghormati.
  • Realisasi target tim akan berjalan lancar jika pemahaman mengenai tujuan dan karakter individu dalam kelompok dilakukan dengan baik. 

          4.                       Kesimpulan

          Berdasarkan paparan di atas mengenai pengertian kelompok, tahap pembentukan model kelompok, dan kekuatan team work bisa dapat kita simpulkan bahwa bekerja sama dalam kelompok adalah keinginan untuk melakukan kegiatan yang dilakukan secara koorperatif melalui pembagian tugas dan dibatasi oleh norma – norma tertentu untuk merealisasikan tujuan bersama dalam kelompok tersebut.


Referensi   :