Rabu, 11 November 2015

OS TIZEN, 'SI ANAK BARU' DARI LINUX

OS TIZEN, 'SI ANAK BARU' DARI LINUX



A.     PENGERTIAN OS TIZEN

Tizen adalah sistem operasi yang terbuka dan fleksibel yang dibangun dari bawah ke atas untuk mengatasi kebutuhan semua pemangku kepentingan dalam industri mobile dan ekosistem perangkat yang terhubung, termasuk produsen perangkat, operator telekomunikasi, pengembang aplikasi dan vendor software independen (ISV). Tizen dikembangkan oleh komunitas pengembang, di bawah pengelolaan open source, dan terbuka untuk semua anggota yang ingin berpartisipasi.
Proyek Tizen berada dalam naungan Linux Foundation dan diatur oleh Kelompok Pengarah Teknis (Technical Steering Group/TSG). Technical Steering Group adalah badan utama pembuat keputusan untuk proyek open source, dengan fokus pada pengembangan dan penyempaian platform, bersama dengan pembentukan kelompok kerja (working group) untuk mendukung perangkat secara vertikal.

B.     SMARTPHONE

Teknologi smartphone Tizen termasuk user interface yang fleksibel dan powerful, 3D window effects, multimedia canggih, framework layanan berbasis lokasi (LBS), framework sensor, dan kemampuan multi-tasking serta multi-touch. Selain itu, dukungan untuk resolusi layar yang scalable berarti bahwa platform ini dapat memberikan pengalaman pengguna yang konsisten di berbagai jenis handset dan form factor.
Beberapa smartphone yang berbasis OS Tizen antara lain:

1.      Samsung RD-210; based on Galaxy S2 HD; rilis 2011 (Developer Device, not for sale)
2.      Samsung RD-PQ; based on Galaxy S3; rilis 2012 (Developer Device, not for sale)
3.      Intel Medfield BlackBay; based on Lenovo K800; rilis 2012 (Developer Device, not for sale)
4.      ZTE Geek; rilis 2013 (Developer Device, not for sale)
5.      Samsung New Prototype (Z9005); based on Galaxy S4; rilis 2013 (Developer Device, not for sale)
6.      Samsung Z (SM-Z910F); rilis Q3 2014 (Rusia) (Batal)
7.      Samsung Z1 (SM-Z130H/DS); rilis Januari 2015 (India), H1 2015 (South East Asia)
8.      Samsung Z3 (SM-Z300H); rilis Oktober 2015 (India)
9.      Samsung Z3 Enterprise Edition (SM-Z300F); rilis Desember 2015 (Rusia)

C.     PC

Tizen akan menyediakan fitur yang luas, peningkatan kinerja, dan pengalaman pengguna yang kaya untuk PC maupun laptop. Tizen sangat ringan, scalable, booting yang cepat, sistem operasi ternama, dengan dukungan yang  canggih untuk sentuhan dan konektivitas.
      Beberapa perangkat komputer yang berbasis Tizen antara lain:
            1.      Intel Ultrabook; status: prototype
            2.      Intel NUC; opsional

D.     KEKURANGAN OS TIZEN

      1. Untuk saat ini masih menjadi prioritas kedua dari Samsung, sebab Samsung masih memprioritaskan Android pada produknya.
      2.        Masih membutuhkan pengenalan kepada publik untuk mendapatkan respon positif
    3.     Masih membutuhkan sosialisasi dan diferensiasi fungsi serta produk untuk membedakan dengan kompetitor yang sudah ada sebelumnya.

E.     KELEBIHAN OS TIZEN

            1.      Hadir dengan dukungan browser HTML5 terbaik
            2.      Mampu menjalankan semua aplikasi yang sudah ada pada sistem operasi Android
            3.      Dapat dikembangkan pada perangkat lainnya, seperti Smart TV, Smart camera, dan notebook
        4.  Mendukung aplikasi pihak ketiga yang berbasis WEB (HTML5, CSS, JavaScript), Native (C/C++) dan Hybrid (Web & Native)
            5.      Didukung vendor ponsel raksasa Samsung yang berpeluang untuk berkembang pesat

F.      SUMBER








SMART CITY

SMART CITY





A.     PENGERTIAN SMART CITY

Smart City adalah sebuah konsep kota cerdas yang membantu masyarakatnya dengan mengelola sumber daya yang ada dengan efisien dan memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat atau mengantisipasi kejadian yang tak terduga.SmartCity dapat disimpulkan bahwa memanfaatkan sumber informasi dan menggunakan teknologi yang canggih untuk mempermudah kehidupan.

B.     FAKTOR SMART CITY

1.      Mendorong dan mengembangkan pola baru struktur kepemimpinan.
2.      Bekerjasama dengan melibatkan semua pihak.
3.      Membangun dan menggunakan infrastruktur pintar.
4.      Mempersiapkan model pembiayaan yang mampu menjawab tantangan dan peluang ke depan.
5.      Model Pembiayaan. 

C.     DIMENSI SMART CITY

            1.      Smart ekonomi: Produktivitas tinggi, kewiraswasta, dan kemampuan untuk transformasi.
            2.      Smart mobility: Infrastruktur ICT yang kuat dan Sistem transportasi yang berkelanjutan.
         3.      Smart environment: Sumber manajemen yang berkelanjutan, mencegah polusi, melindungi
                  lingkungan.
            4.      Smart people: Keragaman, kreativitas dan partisipasi dalam kehidupan publik.
            5.      Smart living: Fasilitas budaya, kualitas tempat tinggal, kesehatan dan isu keamanan.
            6.   Smart governance: Strategi dan perspektif politik, transparansi dan komunitas partisipasi
                dalam membuat keputusan.

D.     KARAKTER APLIKASI BERBASIS SMART CITY

            1.      Sensible

è Melakukan sensor
è WSN , GIS.

            2.      Connectable

è Sensor terhubung ke aplikasi dan pengguna melalui jaringan komputer.

            3.      Ubiquitous

è Dapat diakses kapanpun dan dimanapun , mobile

            4.      Sociable

è Terhubung satu sama lain
è Social media,  social network

            5.      Shareable

è Berbagi informasi ke jejaring.

            6.      Visible/Augmented

è Informasi diakses secara fisik
è Augmented reality


      E.     SUMBER

TEKNOLOGI PENGENALAN SUARA (VOICE RECOGNITION)

TEKNOLOGI PENGENALAN SUARA (VOICE RECOGNITION)



A.     PENGERTIAN  SPEECH RECOGNITION

Speech Recognition adalah proses identifikasi suara berdasarkan kata yang diucapkan dengan melakukan konversi sebuah sinyal akustik, yang ditangkap oleh audio device (perangkat input suara).Speech Recognition juga merupakan sistem yang digunakan untuk mengenali
perintah kata dari suara manusia dan kemudian diterjemahkan menjadi suatu data yang dimengerti oleh komputer. Pada saat ini, sistem ini digunakan untuk menggantikan peranan input dari keyboard dan mouse.
Keuntungan dari sistem ini adalah pada kecepatan dan kemudahan dalam penggunaannya. Kata – kata yang ditangkap dan dikenali bisa jadi sebagai hasil akhir, untuk sebuah aplikasi seperti command & control, penginputan data, dan persiapan dokumen. Parameter yang dibandingkan ialah tingkat penekanan suara yang kemudian akan dicocokkan dengan template database yang tersedia. Sedangkan sistem pengenalan suara berdasarkan orang yang berbicara dinamakan speaker recognition.

B.     SEJARAH SPEECH RECOGNITION

Biometrik, termasuk di dalamnya speech recognition, secara umum digunakan untuk identifikasi dan verifikasi. Identifikasi ialah mengenali identitas subyek, dilakukan perbandingan kecocokan antara data biometric subyek dalam database berisi record karakter subyek. Sedangkan verifikasi adalah menentukan apakah subyek sesuai dengan apa yang dikatakan terhadap dirinya.
Biometrik merupakan suatu metoda untuk mengenali manusia berdasarkan pada satu atau lebih ciri-ciri fisik atau tingkah laku yang unik. Biometric Recognition atau biasa disebut dengan Sistem pengenalan biometric mengacu pada identifikasi secara otomatis terhadap manusia berdasarkan psikological atau karakteristik tingkah laku manusia. Ada beberapa jenis teknologi biometric antara lain suara (speech recognition).
Metode Hidden Markov Model mulai diperkenalkan dan dipelajari pada akhir tahun 1960, metode yang berupa model statistik dari rantai Markov ini semakin banyak dipakai pada tahun-tahun terakhir terutama dalam bidang speech recognition, seperti dijelaskan oleh Lawrence R. Rabiner dalam laporannya yang berjudul “A Tutorial on Hidden Markov Models and Selected Applications in Speech Recognition”

C.     JENIS – JENIS SPEECH RECOGNITION

Berdasarkan kemampuan dalam mengenal kata yang diucapkan, terdapat 5 jenis pengenalan kata, yaitu :
            1.  Kata-kata yang terisolasi
Proses pengidentifikasian kata yang hanya dapat mengenal kata yang diucapkan jika kata tersebut memiliki jeda waktu pengucapan antar kata.

2.      Kata-kata yang berhubungan
Proses pengidentifikasian kata yang mirip dengan kata-kata terisolasi, namun membutuhkan jeda waktu pengucapan antar kata yang lebih singkat.

3.      Kata-kata yang berkelanjutan
Proses pengidentifikasian kata yang sudah lebih maju karena dapat mengenal kata-kata yang diucapkan secara berkesinambungan dengan jeda waktu yang sangat sedikit atau tanpa jeda waktu. Proses pengenalan suara ini sangat rumit karena membutuhkan metode khusus untuk membedakan kata-kata yang diucapkan tanpa jeda waktu. Pengguna perangkat ini dapat mengucapkan kata-kata secara natural.

4.      Kata-kata spontan
Proses pengidentifikasian kata yang dapat mengenal kata-kata yang diucapkan secara spontan tanpa jeda waktu antar kata.

            5.      Verifikasi atau identifikasi suara
Proses pengidentifikasian kata yang tidak hanya mampu mengenal kata, namun juga mengidentifikasi siapa yang berbicara.

D.     IMPLEMENTASI

                     1.         Sound card
              Merupakan perangkat yang ditambahkan dalam suatu Komputer yang fungsinya sebagai perangkat input dan output suara untuk mengubah sinyal elektrik, menjadi analog maupun menjadi digital.
                     2.         Microphone
                 Perangkat input suara yang berfungsi untuk mengubah suara yang melewati udara, air dari benda orang menjadi sinyal elektrik.
                     3.         Komputer atau Komputer Server
              Dalam proses suara digital menterjemahkan gelombang suara menjadi suatu simbol biasanya menjadi suatu nomor biner yang dapat diproses lagi kemudian diidentifikasikan dan dicocokan dengan database yang berisi berkas suara agar dapat dikenali.

      E.     SUMBER

Kamis, 15 Oktober 2015

Fungsi dan Peranan Bahasa Indonesia

Fungsi dan Peranan Bahasa Indonesia

1.            Pendahuluan
Bahasa merupakan salah satu bagian dalam kebudayaan yang ada pada semua masyarakat di dunia. Bahasa terdiri atas bahasa lisan dan tulisan. Sebagai bagian dari kebudayaan di mana manusia memegang peranan penting, bahasa juga turut ambil bagian dalam peran manusia itu karena fungsinya sebagai alat komunikasi yang terus berkembang sesuai dengan perkembangan peradaban manusia itu sendiri.
Demikian pula halnya dengan bahasa Indonesia adalah bahasa yang sekaligus menyandang tiga buah status, yaitu sebagai bahasa persatuan, sebagai bahasa nasional, dan sebagai bahasa yang menjadi lambang negara Indonesia. Kongres pemuda pada tahun 1928 dan menghasilkan sebuah maklumat yang disebut Sumpah Pemuda. “KAMI POETRA – POETRI BANGSA INDONESIA MENDJUNDJOENG BAHASA PERSATUAN BAHASA INDONESIA” kalimat di atas merupakan penggalan dari Sumpah Pemuda yang dicetuskan pada tanggal 28 Oktober 1928. Sumpah Pemuda merupakan tonggak awal keberadaan bahasa Indonesia yang dahulu lebih dikenal dengan bahasa Melayu.
Pada dasarnya seluruh kegiatan manusia akan sangat berkaitan erat dengan bahasa. Bahasa tidak hanya dapat digunakan dalam bentuk lisan, tapi juga dapat digunakan dalam bentuk tulisan. Ilmu filsafat juga tidak lepas dari penggunaan bahasa, banyak filsafah yang justru mengawali pemikirannya dari problem bahasa. Tentunya bahasa disini bukan berarti sekedar mempelajari tata gramatikal bahasa ataupun bahasa asing, melainkan bagaimana pengertian seseorang dapat terpengaruh hanya dari penggunaan kata-kata atau pemikiran.
2.            Dasar Hukum
Dasar hukum diterapkan berdasarkan UU Replubik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009, yaitu

·            Bahasa Indonesia yang dinyatakan sebagai bahasa resmi negara dalam Pasal 36 Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945 bersumber dari bahasa yang diikrarkan dalam Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 sebagai bahasa persatuan yang dikembangkan sesuai dengan dinamika peradaban bangsa.
·            Bahasa Indonesia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berfungsi sebagai jati diri bangsa, kebanggaan nasional, sarana pemersatu berbagai suku bangsa, serta sarana komunikasi antardaerah dan antarbudaya daerah
·            Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berfungsi sebagai bahasa resmi kenegaraan, pengantar pendidikan, komunikasi tingkat nasional, pengembangan kebudayaan nasional, transaksi dan dokumentasi niaga, serta sarana pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan bahasa media massa.

   3.         Peranan Bahasa Indonesia
Secara umum peran bahasa Indonesia sebagai bahasa negara adalah sebagai bahasa pengantar dalam acara-acara formal seperti sidang DPR, sekolah, kuliah, pekerjaan , dan lain-lain. Di dalam kedudukannya sebagai bahasa Negara, bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat pengembangan kebudayaan nasional, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Di dalam hubungan ini bahasa Indonesia adalah satu – satunya alat yang memungkinkan untuk membina dan mengembangkan kebudayaan nasional sedemikian rupa sehingga Indonesia memikili ciri – ciri dan identitasnya sendiri yang dapat membedakannya dari kebudayaan daerah atau negara lain. Pada waktu yang sama, bahasa Indonesia kita pergunakan sebagai alat untuk menyatakan nilai – nilai sosial budaya nasional kita. Disamping itu, sekarang ini fungsi bahasa Indonesia telah pula bertambah besar. Bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa media massa. media massa cetak dan elektronik, baik visual, audio, maupun audio visual harus memakai bahasa Indonesia. Media massa menjadi tumpuan untuk dapat menyebarluaskan bahasa Indonesia secara baik dan benar.

Peranan Bahasa Indonesia dalam Konsep Ilmiah “Karya Tulis Ilmiah”

Sering kali pada konteks ilmiah bahasa diartikan sebagai buah pikir penulis, sebagai hasil dari pengamatan, tinjauan, penelitian yang dilakukan oleh si penulis tersebut pada ilmu pengetahuan tertentu. Dalam konteks karya ilmiah isi dari karya ilmiah harus menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, baik dalam penulisan dan tata bahasanya.

Dalam penulisan ilmiah, bahasa merupakan hal yang terpenting karena pemilihan kata dan penggunaan ejaan yang disempurnakan merupakan bagian dari bahasa Indonesia. Untuk itu kita harus sebaik mungkin menggunakannya, antara lain :
·         Dalam hal penggunaan ejaan. Ejaan ialah penggambaran bunyi bahasa dalam kaidah tulismenulis yang distandarisasikan; yang meliputi pemakaian huruf, penulisan huruf, penulisan kata, penulisan unsur serapan, dan pemakaian tanda baca.
·         Dalam hal penulisan kata. Baik kata dasar, kata turunan, bentuk ulang, kata ganti, kata depan, kata sandang, maupun gabungan kata.
·         Dalam penggunaan partikel lah, kah, tah, pun. Partikel lah, kah, tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Contoh: Pergilah sekarang! Sedangkan partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya. Contoh: Jika engkau pergi, aku pun akan pergi. Kata-kata yang sudah dianggap padu ditulis serangkai, seperti andaipun, ataupun, bagaimanapun, kalaupun, walaupun, meskipun, sekalipun.
·         Dalam hal pemakaian Ragam Bahasa. Berdasarkan pemakaiannya, bahasa memiliki bermacam-macam ragam sesuai dengan fungsi, kedudukan, serta lingkungannya. Ragam bahasa pada pokoknya terdiri atas ragam lisan dan ragam tulis. Ragam lisan terdiri atas ragam lisan baku dan ragam lisan takbaku; ragam tulis terdiri atas ragam tulis baku dan ragam tulis tak baku.
·         Dalam penulisan Singkatan dan Akronim.Singkatan nama orang, nama gelar, sapaan jabatan atau pangkat diikuti tanda titik. Contoh: Muh. Yamin, S.H. (Sarjana Hukum ). Singkatan yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik. Contoh: dll. hlm. sda. Yth. Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi, serta dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal setiap kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti tanda titik. Contoh: DPR GBHN KTP PT. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital. Contoh: ABRI LAN IKIP SIM. Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf kapital. Contoh: Akabri Bappenas Iwapi Kowani.
·         Dalam penulisan Angka dan Lambang Bilangan. Penulisan kata bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara berikut. Contoh: Abad XX dikenal sebagai abad teknologi. Lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf, kecuali jika beberapa lambang dipakai berturut-turut. Contoh: Ada sekitar lima puluh calon mahasiswa yang tidak diterima diperguruan tinggi itu.
·         Dalam pemakaian tanda baca. Pemakaian tanda titik (.), tanda koma (,), tanda titik dua (:), tanda titik koma (,), tanda hubung, (-) tanda pisah (_), tanda petik ("), tanda garis miring, (/) dan tanda penyingkat atau aprostop (').
·         Dalam pemakaian imbuhan, awalan, dan akhiran.
·         Dalam penulisan ilmiah, selain harus memperhatikan faktor kebahasaan, kita pun harus mempertimbangkan berbagai faktor di luar kebahasaan. Faktor tersebut sangat berpengaruh pada penggunaan kata karena kata merupakan tempat menampung ide. Dalam kaitan ini, kita harus memperhatikan ketepatan kata yang mengandung gagasan atau ide yang kita sampaikan, kemudian kesesuaian kata dengan situasi bicara dan kondisi pendengar atau pembaca.

Jadi dapat disimpulkan peranan dan fungsi bahasa Indonesia dalam konteks ilmiah sangatlah penting. Karena hasil baik dari penulisan ilmiah tidak lepas dari segi penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Sebagai Alat Untuk Mengembangkan Ilmu Pengetahuan

Menurut Sunaryo (2000 : 6), tanpa adanya bahasa (termasuk bahasa Indonesia) IPTEK tidak dapat tumbuh dan berkembang. Selain itu bahasa Indonesia di dalam struktur budaya, ternyata memiliki kedudukan, fungsi, dan peran ganda, yaitu sebagai akar dan produk budaya yang sekaligus berfungsi sebagai sarana berpikir dan sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tanpa peran bahasa serupa itu, ilmu pengetahuan dan teknologi tidak akan dapat berkembang. Implikasinya di dalam pengembangan daya nalar, menjadikan bahasa sebagai prasarana berpikir modern. Oleh karena itu, jika cermat dalam menggunakan bahasa, kita akan cermat pula dalam berpikir karena bahasa merupakan cermin dari daya nalar (pikiran).
   
Bahasa Indonesia juga digunakan sebagai alat pengembangan kebudayaan nasional, ilmu pengetahuan dan teknologi. Bahasa Indonesia merupakan alat yang digunakan sebagai bahasa media massa untuk menunjang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bahasa Indonesia yang benar adalah bahasa yang menerapkan kaidah dengan konsisten. Sedangkan bahasa yang baik adalah bahasa yang mempunyai nilai rasa yang tepat dan sesuai dengan situasi pemakaiannnya. Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar akan menghasilkan pemikiran yang baik dan benar pula. Kenyataan bahwa bahasa Indonesia sebagai wujud identitas bahasa Indonesia menjadi sarana komunikasi di dalam masyarakat modern. Bahasa Indonesia bersikap terbuka sehingga mampu mengembangkan dan menjalankan fungsinya sebagai sarana komunikasi masyarakat modern.

Semakin berkembangnya teknologi di dalam kehidupan kita akan berdampak juga pada perkembangan dan pertumbuhan bahasa sebagai sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi. Di dalam era globalisasi itu, bangsa Indonesia harus ikut berperan di dalam dunia persaingan bebas, baik di bidang politik, ekonomi, maupun komunikasi. Konsep-konsep dan istilah baru di dalam pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) secara tidak langsung memperkaya khasanah bahasa Indonesia. Dengan demikian, semua produk budaya akan tumbuh dan berkembang pula sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itu, termasuk bahasa Indonesia, sekaligus berperan sebagai prasarana berpikir dan sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan IPTEK itu.

4.            Fungsi Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional mempunyai fungsi khusus, yaitu:
a.       Bahasa resmi kenegaraan;
b.      Bahasa pengantar dalam dunia pendidikan;
c.       Bahasa resmi untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional serta kepentingan pemerintah;
d.      Alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara mempunyai fungsi:
a.       Bahasa resmi kenegaraan;
b.      Bahasa pengantar dalam dunia pendidikan;
c.       Bahasa resmi untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional serta kepentingan pemerintah;
d.      Alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi.

Bahasa Indonesia memiliki fungsi-fungsi yang dimiliki oleh bahasa baku, yaitu:
a.       Fungsi pemersatu, bahasa Indonesia memersatukan suku bangsa yang berlatar budaya dan bahasa yang berbeda-beda;
b.      Fungsi pemberi ke-khasan, bahasa baku memperbedakan bahasa itu dengan bahasa yang lain;
c.       Fungsi penambah kewibawaan, bagi orang yang mahir berbahasa Indonesia dengan baik dan benar;
d.      Fungsi sebagai kerangka acuan, bahasa baku merupakan norma dan kaidah yang menjadi tolok ukur yang disepakati bersama untuk menilai ketepatan penggunaan bahasa atau ragam bahasa.

Referensi         :
Chaer, Abdul. 2010. Telaah Bibliografi Kebahasaan. Jakarta: PT. Rineka Cipta.