Senin, 24 November 2014

Resume Kelompok 3

PROSES YANG MEMENGARUHI PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM ORGANISASI

        Organisasi adalah sistem saling pengaruh antar orang dalam kelompok yang bekerjasama untuk mencapai tujuan tertentu. Ada beberapa pendapat dari para ahli tentang definisi organisasi  salah satunya dikemukakan oleh Chester I Barnard (1938) yaitu organisasi adalah suatu sistem tentang aktivitas-aktivitas kerjasama dari dua atau lebih sesuatu yang tak berujut dan tak bersifat pribadi, sebagian besar mengenai hal hubungan-hubungan.

        Pengambilan keputusan dalam organisasi merupakan hasil proses komunikasi dan partisipasi dari organisasi secara keseluruhan dan melibatkan banyak pihak. Beberapa ahli mengemukakan pendapat mengenai pengambilan keputusan dalam organisasi seperti di bawah ini.

     A.     G.R. Terry, pengambilan keputusan dalam organisasi adalah sebagai pemilihan yang didasarkan kriteria tertentu atas dua atau lebih alternatif yang mungkin.

    B.    P. Siagian, pengambilan keputusan dalam organisiasi merupakam suatu pendekatan sistematis terhadap suatu masalah, pengumpul fakta dan data.

       Dalam pengambilan keputusan selalu ada pihak yang merancang hingga memutuskan sebuah keputusan. Tentunya pembuat keputusan memiliki tipe – tipe dalam mengambil keputusan sesuai dengan karakter orang tersebut. Berikut adalah tipe – tipe pembuat keputusan yang umum ada di dalam sebuah organisasi.
                                  1.         Pembuat keputusan bertipe ideal
Yaitu pembuat keputusan yang menggunakan seluruh kemampuan yang dimiliki serta tidak melibatkan banyak orang karena ia yakin dengan potensi dirinya untuk memecahkan masalah.

                                  2.         Pembuat keputusan bertipe Receptive (bersedia menerima pendapat)
Yaitu pembuat keputusan yang merasa senang jika anggotanya mengajukan rumusan singkat suatu masalah dan memberikan rekomendasi atas keputusan tersebut.

                                  3.         Pembuat keputusan bertipe Exploitative (pemeras)
Yaitu pembuat keputusan yang menyukai ide – ide baru dan berusaha mendapatkan dari pihak lain dengan cara yang tidak baik.

                                 4.         Pembuat keputusan bertipe Hoarding (penimbun)
Yaitu pembuat keputusan yang berusaha menghimpun dan menyimpan segala sesuatu yang telah dimiliki tanpa bersedia memberikan pada pihak lain.

                                 5.         Pembuat keputusan bertipe Marketing (pemasaran)
Yaitu pembuat keputusan yang mendasarkan pengambilan suatu keputusan dengan berorientasi pada kesempatan yang menguntungkan.

  Selain tipe – tipe pembuat keputusan yang telah dikemukakan di atas, dalam mengambil keputusan tentunya ada pendekatan yang harus dilakukan agar keputusan tersebut dapat mencapai suatu sasaran dan tidak merugikan pihak manapun. Seorang ilmuwan sosiologi dan ilmu politik asal Amerika Serikat bernama Herbert Alexander Simon yang merupakan pelopor pendekatan pembuatan keputusan berpendapat bahwa pokok perilaku organisasi adalah mekanisme pembuatan keputusan dan proses pemecahan masalah manusia. Selain itu, Hebert A. Simon mengemukakan pendapat bahwa proses pembuatan keputusan dapat melalui 4 tahap pendekatan yaitu.
                            1.         Meneliti lingkungan yang memerlukan keputusan.
                            2.         Menemukan, mengembangkan, dan menganalisa kemungkinan arah tindakan.
                            3.         Memilih ara tindakan tertentu dari alternatif yang ada.
                            4.         Menilai sesudah memilih (memeriksa dan membuat keputusan final).

   Dalam resume kelompok saya (kelompok 3) ada sedikit catatan dari Ibu Ira Phajar Lestari yaitu untuk mengambil sebuah keputusan langkah pertama yang harus kita lakukan adalah menganalisa masalah, menginvestigasi masalah tersebut, merancang keputusan yang akan diambil, mengeksekusi dengan cara menjalankan keputusan yang sudah matang.


Pertanyaan      :
1.  Apa sajakah faktor yang memengaruhi pengambilan keputusan dalam organisasi! (Helmas Hardanto)
o   Kematangan individu
o   Jumlah anggota
o   Musyawarah & mufakat

·         Tanggapan
Dalam pengambilan keputusan diperlukan beberapa orang di dalam organisasi tersebut agar keputusan menjadi valid. Namun anggota tersebut harus dipastikan memiliki kematangan individu yang bersedia menerima keputusan bersama, selain itu untuk menentukan sebuah keputusan salah satu caranya dapat melalui voting.

2.   Berikan salah satu contoh aplikasi tipe pembuat keputusan! Bagaimana caranya (Titus Bayu)
Kita mengetahui bahwa pembuat keputusan bertipe marketing selalu membuat keputusan yang berorientasi pada uang &materi. Contohnya aplikasi salah satu android market M*b*g*n*e (salah satu merk dagang) yang memasarkan produknya melalui iklan – iklan yang ada saat kita mendownload software bersifat open source.

·         Tanggapan
Itu merupakan salah satu contoh pembuat keputusan bertipe marketing, namun yang menjadi poin khusus adalah android market tersebut tidak selalu melakukan iklan dengan cara yang ‘kotor’ hanya pihak – pihak tertentu yang memaanfaatkan situasi menguntungkan.

3.      Sebutkan contoh pembuat keputusan bertipe pemeras! (Aisyah Marlinda)
Contohnya adalah VOC yaitu membuat jalan Anyer – Panarukan sepanjang 1000 km, namun dengan cara perbudakan kepada masyarakat Indonesia.

·         Tanggapan
Walaupun jalan tersebut dapat dinikmati oleh kita sampai saat ini (dengan perbaikan jalan yang dilakukan) akan tetapi cara untuk membuat jalan tersebut dapat dikatakan sangat memeras. Karena pihak penjajah melakukan perbudakan kepada pihak pekerja yaitu masyarakat Indonesia, mereka yang ikut bekerja membangun jalan tersebut tidak mendapatkan waktu istirahat, makan, dan minum.

Minggu, 23 November 2014

Resume Kelompok 4

KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI

 Secara definisi komunikasi adalah suatu proses menciptakan, menyampaikan, dan menggunakan informasi yang dilakukan oleh dua pihak atau lebih. Komunikasi merupakan salah satu elemen penting dalam organisasi karena komunikasi bisa jadi penentu apakah organisasi tersebut berjalan dengan lancer dan memiliki situasi harmonis di dalam lingkup internal organisasi tersebut. Dalam komunikasi terdapat penggolongan sebanyak dua jenis, yaitu komunikasi verbal dan komunikasi non verbal.
Pada umumnya komunikasi yang dilakukan dalam organisasi bersifat verbal, namun tidak jarang komunikasi non verbal juga dapat dilakukan. Berikut adalah uraian lebih lanjut mengenai dua jenis komunikasi tersebut.
                 ·         Komunikasi Verbal
Adalah komunikasi berupa lisan ataupun tulisan yang langsung dapat dimengerti oleh pihak penyampai informasi kepada pihak yang menerima informasi.

Contoh :
Diskusi mengenai program kerja dalam organisasi.

                 ·         Komunikasi Non Verbal
Adalah komunikasi yang dibangun oleh pihak penyampai dan penerima informasi selain lisan maupun tulisan. Komunikasi tersebut juga dapat dimengerti kedua belah pihak, akan tetapi terkadang jenis komunikasi ini tidak dapat menyelesaikan masalah secara langsung.

Contoh :
Menjawab sebuah pertanyaan sederhana dengan cara menggelengkan ataupun menganggukkan kepala.

       Komunikasi menjadi salah satu elemen penting ataupun kunci utama dalam keberhasilan program kerja yang disusun oleh suatu organisasi. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan bahwa komunikasi akan selalu berjalan lancer karena cepat atau lambat suatu organisasi akan mengalami suatu masalah/hambatan. Namun hambatan yang dihadapi harus diselesaikan kembali menggunakan komunikasi yang baik antara pihak yang bertikai serta atasan yang memiliki kewenangan dalam organisasi tersebut.


Pertanyaan      :
1.      Bagaimana cara membuat komunikasi menjadi lancer antara anggota yang aktif dengan anggota yang aktif? (Novita Dwi Rahma)
Cara efektif yang harus dilakukan adalah anggota yang aktif harus merangkul anggota yang pasif dalam musyawarah untuk menjalankan program kerja tertentu
·         Tanggapan
Cara tersebut bisa dijadikan salah satu solusi, akan tetapi jika dalam kondisi tersebut  lebih memerlukan peran seorang pemimpin dalam organisasi. Pemimpin tersebut harus menangani anggota yang pasif dan memberikan pendampingan agar mereka menjadi aktif dalam organisasi

2.   Sebutkan jenis jaringan komunikasi yang paling efisien! (Mukhlis Abdul Rozak) dan sebutkan jenis jaringan komunikasi yang ekonomis! (Ahyar Afal)
Jaringan total karena jaringan tersebut memungkinkan komunikasi antar anggota lebih bebas tanpa melihat status dan jabatan dalam organisasi tersebut.
·         Tanggapan
Jaringan total justru terkesan menjadi sangat rumit karena antar saling anggota dapat berkomunikasi secara langsung. Seharusnya komunikasi dalam organisasi harus berjalan ekonomis dan efisien, komunikasi dapat berjalan melalui wakil – wakil dari setiap departemen. Contohnya jika mahasiswa memiliki masalah mengenai akaademik dapat melalui divisi kemahasiswaaan, tidak langsung menghubungi petinggi universitas seperti rektor.

3.      Sebutkan cara untuk memecahkan masalah dalam organisasi! (Irvan Aji)
Mengatasi dengan cara mengirim umpan balik, mengetahui latar belakang penerima informasi, dan menyusun informasi secara rinci.
·         Tanggapan
Jawaban tersebut sama sekali tidak dapat disalahkan, akan tetapi jika terdapat masalah dalam organisasi kita harus mengawali dengan menganalisis masalah tersebut sehingga dapat mengetahui apa masalahnya dan siapa pihak – pihak yang bertikai dalam masalah tersebut.

4.  Jelaskan upaya agar organisasi menjadi tetap eksis dan mampu menjalankan fungsinya secara optimal? (Yora Fithria Nova)
Salah satu caranya adalah menjalin komunikasi antara atasan – bawahan dengan baik dengan cara tersebut organisasi akan terus eksis.
·         Tanggapan
Untuk menjaga eksistensi suatu organisasi tidak hanya dengan cara menjalin komunikasi yang baik antar anggota, namun masih terdapat beberapa cara lain. Salah satunya sosialisasi tentang tujuan organisasi yang kita buat kepada masyarakat luas.

5.    Sebutkan contoh kasus suatu masalah/hambatan dalam sebuah organisasi! (Rizki Amalia)
Contohnya adalah karyawan dari sebuah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi yaitu IB* (salah satu merk dagang) yang meminta atasannya untuk perusahaan melakukan aktivitas jual beli dan produksi barang kembali.
·         Tanggapan
Saya kurang mendapatkan sumber yang akurat mengenai masalah tersebut, akan tetapi kita dapat mengambil contoh di dalam negeri beberapa waktu yang lalu. Contohnya adalah pertikaian antara Koalisi Indonesia Hebat dan Koalisi Merah Putih di parlemen yang berujung dengan adanya DPR tandingan

6.   Sebutkan faktor utama yang menjadi hambatan komunikasi dalam suatu organisasi! (Aji Ariswanto)
Faktor yang menjadi penyebab suatu masalah dalam organisasi adalah faktor manusiawi dan faktor emosional
·         Tanggapan
Kedua faktor tersebut memang sering kali menjadi pemicu adanya masalah dalam organisasi. Akan tetapi jika lebih diperinci dan diringkasi dari dua faktor tersebut adalah masalah pengendalian diri dalam situasi emosional tingkat tinggi.


Resume Kelompok 5

PERUBAHAN DAN PERKEMBANGAN ORGANISASI

       Dalam sebuah organisasi, tentunya antara pemimpin ataupun anggota menginginkan agar organisasi tersebut dapat bertahan lama dan mengalami perubahan serta perkembangan ke arah yang lebih baik. Namun sebelum masuk ke materi yang lebih dalam, kita harus mengetahui apa yang dimaksud dengan perubahan dan perkembangan organisasi. Perubahan adalah suatu proses bertukar ataupun beralih menjadi sesuatu yang lain, sedangkan perkembangan adalah suatu proses menjadi lebih dewasa atau matang yang terjadi dengan sifat kualitatif dan kuantitatif menuju langkah yang lebih baik. Jadi perubahan dan perkembangan organiasi adalah suatu proses beralih/bertukar menjadi lebih matang dengan sifat kualitatif dan kuantitatif dalam suatu organisasi yang memiliki tujuan untuk menjadi lebih baik.

    Dalam perjalanannya, perubahan dan perkembangan dapat terjadi dalam suatu organisasi karena adanya beberapa faktor. Faktor tersebut berasal dari eksternal (dari luar organisasi) dan internal (dari dalam lingkup organisasi). Berikut akan dijelaskan beberapa faktor yang menjadi dasar atas perubahan dan perkembangan suatu organisasi.
·      Faktor Perubahan Organisasi
Ø  Eksternal
o       Pesaing
Perubahan bisa sangat diperlukan dan dibutuhkan apabila pesaing memberikan tekanan yang cukup berarti untuk menggusur eksistensi organisasi yang kita miliki.

Ø  Internal
o       Hubungan dalam lingkup organisasi
Maksud dari hal tersebut adalah hubungan secara vertikal – horizontal dan horizontal – horizontal. Secara langsung komunikasi antara atasan – bawahan dan bawahan – bawahan yang baik ataupun tidak baik akan memberikan suatu perubahan dalam organisasi.

·      Faktor yang memengaruhi perkembangan organisasi
Ø  Eksternal
o       Kemajuan teknologi
Tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi akan terus berkembang pesat seiring perubahan zaman. Dalam suatu organisasi kita juga dituntut mengikuti perkembangan teknologi agar dapat megerjakan suatu pekerjaan dalam organisasi menjadi lebih mudah.

o       Perubahan ekonomi
Stabil ataupun tidak stabil perekonomian dalam suatu negara juga turut berandil dalam perkembangan organisasi dalam negara tersebut.

Ø  Internal
o       Sistem
Sistem adalah sekumpulan elemen ataupun divisi (dalam organisasi) yang saling berkaitan & terintegrasi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Jika sistem dalam suatu organisasi sudah sempurna maka organisasi tersebut dapat menerima hal baru yang bersifat positif  tanpa melalui hambatan yang berarti.

o       Manajemen
Adalah suatu proses dalam rangka mencapai tujuan tertentu melalui sistem yang dibangun dari suatu organisasi. Hal ini masih sangat berkaitan dengan sistem, akan tetapi manajemen menjadi elemen pendukung untuk membuat organisasi menjadi lebi berkembang.

         Selain faktor – faktor yang telah dijelaskan di atas, perubahan dan perkembangan suatu organisasi juga memiliki dampak positif serta negatif. Dampak tersebut akan sangat dirasakan khususnya dalam ruang lingkup organisasi tersebut.
Ø     Dampak positif
Para anggota dalam organisasi tersebut dari level manajemen atas hingga anggota merasa nyaman untuk berkomunikasi satu sama lain. Selain itu, anggota organisasi tersebut akan mengalami kemajuan intelektual.

Ø     Dampak negatif
Jika perubahan yang terjadi dalam organisasi tersebut berlangsung dengan intensitas yang tinggi sehingga memungkinkan adanya keretakan hubungan dalam organisasi tersebut.


Pertanyaan
                       1.         Sebutkan cara menghindari hambatan dari perubahan dalam suatu organisasi!
·      Mempersiapkan faktor – faktor yang mendukung perubahan organisasi.
·  Memberikan penjelasan tantang keuntungan perubahan organisasi, dampak positif, dan akibatnya.
·     Meyakinkan bahwa perubahan dalam organisasi bertujuan untuk menyelesaikan suatu misi tertentu dan menyempurnakan organisasi yang telah ada.

                      2.        Apakah ada cara tertentu untuk melakukan perubahan dalam organisasi? 
                  (Aisyah Marlinda)
       Ada tiga cara yang dapat dilakukan yaitu,
·      Mengadakan perubahan struktur organisasi.
·      Mengubah sikap & perilaku.
·      Mengubah tata aliran kerja.

                     3.         Sebutkan contoh organisasi yang sedang berkembang sehingga memberikan dampak 
                  positif pada lingkungan sekitar! (Agung Andika Putra)
      Salah satu contoh organisasi tersebut adalah pembersih paku di jalan. Tentu mereka 
      memberikan dampak yang sangat positif terhadap para pengguna jalan raya.

4.   Apakah organisasi pasti akan berubah dan apakah perubahannya akan selalu 
    berdampak positif? (Irvan Aji)
    Hal tersebut dapat dikatakan relatif karena setiap organisasi memiliki suatu tujuan. 
    Organisasi dan akan memberikan dampak, akan tetapi dampak positif atau negatif
    yang akan muncul tergantung pada tujuan awal pembentukan organisasi tersebut.

5.    Faktor apa yang sangat memengaruhi dalam perubahan dan perkembangan organisasi?
     Yaitu faktor intenal, contohnya hubungan antara atasan – bawahan yang di dalamnya
     terdapat perbedaan pendapat satu sama lain.
     Tanggapan :
     Jika mereka dapat menyelesaikan masalah dengan dewasa tentu membuat organisasi
     menjadi lebih berkembang karena mereka justru akan mendahulukan kepentingan
     organisasi dibanding ego mereka masing – masing. Jika masalah tersebut tidak dapat
    diselesaikan dengan dewasa, maka organisasi akan berubah menjadi tegang dan kondisi
     dalam organisasi tersebut menjadi tidak nyaman.

                    6.     Apa yang terjadi jika proses perubahan dan perkembangan organisasi tidak
               berjalan dengan baik? (Alfa Arlingga)
   Cepat atau lambat perubahan harus dilakukan. Jika suatu organisasi tetap berdiam diri
   (statis) terhadap sesuatu yang telah mereka miliki serta mereka capai, tentu organisasi
   tersebut akan kalah bersaing dengan organisasi lain sehingga eksistensinya pun tidak
   diakui.


Minggu, 16 November 2014

Resume Kelompok 6

ARTI PENTING KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI

Kepemimpinan berasal dari kata pemimpin, yaitu seseorang yang mengendalikan, merencanakan, dan mengarahkan pengikutnya untuk melakukan ataupun mencapai tujuan tertentu. Pada zaman purbakala manusia berkumpul menjadi suatu kelompok dan memilih satu orang dalam kelompok tersebut yang dianggap layak untuk menjadi pemimpin. Parameter seorang pemimpin pada zaman tersebut yaitu kuat, tangguh, dan memiliki pengalaman dengan usia yang matang. Hal tersebut dilakukan agar kelompok tersebut terlindungi dari serangan musuh dan menjadi kelompok yang solid serta kuat.  Pada dasarnya sifat kepemimpinan telah ada dan dilakukan oleh nenek moyang kita seperti yang telah dipaparkan di atas, namun sebelumnya kita harus mengerti definisi dari kepemimpinan. Kepemimpinan adalah kemampuan dalam berpikir, berkolaborasi, dan berkontribusi untuk memimpin. Sedangkan organisasi adalah susunan dari beberapa bagian atau divisi yang teratur untuk melaksanakan kewajiban, tugas, dan tanggung jawab tertentu. Jadi kepimpinan dalam organisasi adalah suatu kemampuan ataupun cara untuk memimpin suatu organisasi dengan berkolaborasi & berkontribusi untuk mecapai suatu tujuan tertentu.
Kepimpinan juga memiliki beberapa bagian seperti fungsi, syarat, dan tipe yang akan dipaparkan di bawah ini.
           ·         Fungsi Kepemimpinan
1.      Memberikan motivasi kepada pengikutnya
Hal ini harus dilakukan pemimpin agar dalam suatu organisasi selalu semangat dan kreatif.

2.      Menerima umpan balik
Seorang pemimpin harus bersedia untuk menerima saran dari bawahannya dan tidak serta merta mengambil keputusan berdasarkan kehendak pribadi.

3.      Memberikan perintah dan melakukan pengendalian
Memerintah adalah tugas seorang pemimpin, akan tetapi harus juga diimbangi dengan pengendalian agar seorang pemimpin dapat menganalisis dan mengambil keputusan dari sebuah kejadian yang ia teliti.

           ·         Syarat pemimpin
1.      Kewibawaan
Penguasaan diri untuk dapat dihormati dan dihargai seseorang ataupun masyarakat luas harus dimiliki seorang pemimpin.

2.      Kemampuan
Kemampuan memiliki cakupan yang cukup luas. Antara lain kemampuan berpikir, kemampuan mengendalikan emosi pribadi, dan kemampuan mengendalikan orang banyak.

3.      Kekuasaan
Tanpa kekuasaan tidak ada pemimpin yang dapat memimpin suatu organisasi. Hal tersebut memang penting, akan tetapi kekuasaan juga harus didapatkan dengan cara yang sportif.

           ·         Tipe Kepimpinan
1.      Otoriter
Maksudnya adalah pemimpin memiliki suatu karakter kepemimpinan yang sewenang – wenang tanpa mendengarkan pendapat dari kaum yang ia pimpin.

2.      Kharismatik
Pemimpin ini memiliki daya tarik yang luar biasa, sehingga bawahannya seakan ‘terhipnotis’ oleh charisma yang ia pancarkan. Hal tersebut dapat memiliki efek positif dan negative tergantung dari cara pemimpin tersebut menyikapi charisma yang ia miliki.

3.      Demokratis
Karakter ini yang menjadi dambaan masyarakat pada umumnya karena dengan sifat kepemimpinan yang demokratis, seorang pemimpin selalu mendengarkan pendapat, menganalisa serta memecahkan masalah bersama bawahannya.


Pertanyaan      :
1.   Jelaskan tipe pemimpin (kepemimpinan) Presiden yang ada di Indonesia! (Rahayu Ismawati)
o   Ir. Soekarno bertipe kharismatik
o   B. J. Habibie bertipe demokratis
o   SBY bertipe demokratis dan kharismatik 
      ·        Tanggapan
Setiap pemimpin memiliki karakter masing – masing dan sesungguhnya dalam memimpin dibutuhkan cara – cara tertentu agar masyarakat yang dipimpin menjadi yakin terhadap keputusan yang diambil oleh sang pemimpin. Namun tiga Presiden tersebut memiliki tipe dominan yang telah disebutkan di atas.

2.   Apa yang harus dilakukan pemimpin jika terjadi pertikaian? Berikan contoh kasusnya (Titus Bayu)
Pemimpin harus mengetahui masalah tersebut dan melakukan pendekatan secara personal terhadap mereka yang terlibat dalam masalah. Setelah itu, jika pihak yang bertikai juga belum menyelesaikan masalah mereka dapat diberikan surat peringatan hingga 3x ataupun sanksi pemecatan.
      ·         Tanggapan
Pendekatan terhadap pihak yang bertikai dapat langsung dilakukan jika pihak yang bertikai tidak dalam jumlah yang banyak. Pemimpin memiliki fungsi memerintah dan melakukan pengendalian, jadi jika dalam jumlah yang banyak ia dapat melakukan delegasi tugas penyelesaian masalah kepada seseorang yang memiliki jabatan di bawahnya.

3.      Apa saja yang menjadi faktor – faktor dalam sifat kepemimpinan?
o   Kemampuan Personal
    Pemimpin mendapatkan karakter tersebut sejak ia lahir.
o   Jabatan
  Dengan jabatan yang berbeda memungkinkan seorang pemimpin terus mengasah kemampuannya untuk menjadi seorang pemimpin yang sebenarnya.
      ·         Tanggapan
Jika kemampuan personal tidak dapat diubah karena merupakan pemberian Tuhan YME, maka dengan faktor jabatan seorang pemimpin perlahan tetapi pasti akan menjadi lebih matang jika ia mengemban tanggung jawab yang lebih besar. Maka dari itu, seorang pemimpin akan menjadi lebih hebat jika dalam pengalamannya ia terus mengambil kesempatan dan tanggung jawab yang besar.

4.   Apakah ada organisasi yang dipimpin oleh  seorang pemimpin yang berjiwa otoriter? (Tengku Wardah)
Salah satu contoh pemimpin tersebut ialah Moammar Khadafi. Ia adalah seorang presiden dari Libya.
      ·         Tanggapan
    Sulit rasanya jika saya harus menanggapi persoalan politik luar negeri. Akan tetapi yang perlu saya tekankan disini adalah masih banyak negara di Timur Tengah dan benua Afrika yang belum membuat sebuah aturan untuk membatasi periode jabatan seorang presiden. Hal tersebut membuat presiden yang menjabat tidak terikat oleh suatu konstitusi.