Sabtu, 29 November 2014

Artikel Bebas

KOREA SELATAN AWASI PEREDARAN ‘TONGSIS’




Pada artikel sebelumnya, saya telah membahas bahwa tongsis atau selfie stick masuk ke dalam 25 penemuan terbaik tahun 2014. Namun pada artikel kali ini saya akan membahas hal lain yang masih berhubungan dengan tongsis. Kita tahu bahwa tongsis adalah satu perangkat yang membantu untuk mengambil gambar menggunakan smartphone dengan angle yang lebih baik karena alat tersebut dapat direntangkan melebihi panjang tangan kita.
Perangkat tongsis ini ternyata dalam pengawasan di negara asal K – Pop, Korea Selatan. Perintah Korea Selatan terus mengawasi peredaran dan penjualan tongsis alasannya adalah tongsis tersebut harus memiliki surat izin atau sertifikasi sebelum dijual. Sanksi akan diberikan kepada perusahaan yang memproduksi dan toko yang menjual tongsis tanpa sertifikasi. Sanksi tersebut berupa denda sebesar 30 juta won (sekitar Rp 300 juta) atau sanksi kurungan penjara selama tiga tahun.
Namun pecinta selfie asalKorea Selatan tidak perlu khawatir dengan adanya peraturan baru dari pemerintah mereka. Tongsis yang memerlukan sertifikasi adalah tongsis yang menggunakan tombol shutter (tombol penekan untuk mengambil gambar) berbasis Bluetooth. Menurut Kementrian Sains Korea Selatan tongsis yang menggunakan tombol shutter berbasis Bluetooth termasuk perangkat komunikasi, layaknya ponsel. Bluetooth yang ada pada tongsis dikhawatirkan akan mengganggu perangkat elektronik lainnya. Jika terdapat produsen yang tetap ingin membuat tongsis dengan menggunakan Bluetooth pada tombol shutter, mereka harus melewati uji kelayakan dan uji tingkat pengaruh radiasi elektromagnetik pada perangkat tersebut. Setelah lolos uji dan mendapatkan sertikat tentang kelayakan perangkat tersebut, selanjutnya produsen dibolehkan memasarkan produknya di Korea Selatan. 

Artikel Bebas

ANCELOTTI BERKERAS TETAP MAINKAN KROOS




Toni Kroos menjadi salah satu pemain kunci dalam tim sepak bola asal Spanyol, Real Madrid. Baru ditansfer seharga lebih dari €20 juta dari klub sepak bola asal Jerman, Bayern Munich, ia langsung bertransformasi menjadi gelandang dengan gaya yang flamboyan dan elegan. Ia langsung ‘nyetel’ dengan permainan cepat khas Real Madrid, padahal pada awal perekrutannya banyak pihak yang meragukan apakah Kroos akan memberikan kontribusi cepat karena ia diplot menggantikan Xabi Alonso yang justru berpindah ke klub asal Toni Kroos, yaitu Bayern Munich. Namun faktanya Kroos dapat membayar semua ekspektasi yang ditujukan kepada dirinya, bahkan duet Modric - Kroos menjadi elemen tak tergantikan pada beberapa pertandingan Real Madrid.
Bermain terus – menerus tentunya akan memakan stamina yang dimiliki oleh para atlit manapun. Bagaimanapun ia memerlukan waktu untuk memulihkan keadaan dan beristirahat dari rutinitas bermain sepak bola. Akan tetapi pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti menegaskan akan tetap memainkan sang gelandang (Kroos) pada pertandingan lanjutan liga Primera Division, Sabtu (29/11/2014). Padahal Kroos sudah mengutarakan bahwa ia membutuhkan waktu istirahat untuk memulihkan stamina mengingat Kroos juga menjadi bagian penting dalam tim nasional  Jerman yang memenangkan gelar Piala Dunia 2014 di Brazil. Setibanya di Spanyol ia terus dipercaya memainkan beberapa pertandingan Real Madrid, sehingga secara terpaksa ia mengeluh kelelahan kepada sang pelatih.
Real Madrid memang menjadi tim yang sangat superior tahun ini. Musim lalu mereka memenangkan Liga Champions ke – 10 sepanjang sejarah klub dan piala Copa Del Rey. Pada musim ini dalam 15 pertandingan terakhir, Real Madrid memenangkan seluruh pertandingan tersebut. Pada pertandingan terakhir mereka berhasil mengalahkan FC Basel (dari Swiss) dengan skor 1 – 0 pada lanjutan pertandingan Liga Champions musim 2014 – 2015. 

Artikel Bebas

DEMI MEMBELA TEMAN, PRESIDEN SAMPDORIA SALAH LONTAR KRITIK




Presiden klub sepak bola asal Italia, Sampdoria, Massimo Ferrero belum lama ini salah melontarkan kritik kepada pemilik klub sepak bola yang juga berasal dari Italia yaitu Inter Milan. Ferrero mengatakan bahwa pemilik klub Inter Milan sebelumnya, yaitu Massimo Moratti yang juga menjadi sahabat karibnya masih sangat pantas memegang kendali di klub tersebut. Akan tetapi bagaimanapun juga seluruh saham Inter Milan telah diakuisisi oleh Erick Thohir yang notabene adalah orang Indonesia.
Selain menjabat sebagai presiden klub Sampdoria, Massimo Ferrero merupakan salah satu produser film terkenal di Itali. Ia juga mengatakan bahwa Erick Thohir tidak pantas menangani klub yang banyak memiliki sejarah seperti Inter Milan. Ferrero mengatakan “Saya kecewa. Mari kia tendang orang Filipina”. Jelas sebuah emosi sesaat belaka Ferrero mengatakan hal tersebut dan dalam beberapa hari kemudia ia langsung meminta maaf atas komentarnya tersebut melalui website resmi Sampdoria. Selain kalimat tersebut seakan merendahkan, Ferrero juga salah menyebutkan asal negara dari Erick Thohir. Erick Thohir berasal dari Indonesia bukan Filipina. 

Artikel Bebas

NOSTALGIA FILM ‘ADA APA DENGAN CINTA’




Film ‘Ada Apa Dengan Cinta’ memang benar – benar menjadi box movie Indonesia sekitar tahun 2002 bahkan tahun – tahun berikutnya film tersebut masih dielu – elukan. Film ini juga sempat diputar di beberapa negara kawasan Asia Tenggara seperti Malaysia, Filipina, Brunei Darussalam, Singapura, dan lain – lain.
Seperti judulnya, film tersebut mengangkat tema cinta remaja yang terjadi di lingkungan sekolah. Pemeran utamanya adalah Nicholas Saputra (berperan sebagai Rangga) dan Dian Sastrowardoyo (beperan sebagai Cinta). Cerita singkat dari film tersebut adalah lomba puisi yang digelar di sekolah tersebut. Semua murid di sekolah memperkirakan bahwa Cinta lah yang akan menjuarai lomba tersebut, akan tetapi Rangga seakan menjadi pembeda pada lomba puisi tersebut. Rangga menjadi pemenang lomba puisi, sehingga Cinta yang menjadi pengurus majalah dinding pada sekolah tersebut berniat mewawancarai Rangga. Akan tetapi karakter Rangga sebagai pemuda tampan, pendiam, penyindiri, dan sangat cool menyulitkan proses wawancara yang hasilnya akan dipajang pada majalah dinding.
Singkat cerita Rangga dan Cinta saling menaruh perasaan satu sama lain. Suatu hari Rangga akan melanjutkan studinya ke Amerika Serikat, seakan Cinta tidak percaya dengan keadaan tersebut ia langsung mendatangi Rangga di bandara meminjam mobil Mamet (yang diperankan oleh Dennis Adhiswara). Pada saat itu Rangga tetap melanjutkan niatnya untuk pergi menuju Amerika dengan memberikan sebuah buku kepada Cinta yang pada halaman terakhir terdapat puisi buatan Rangga dengan judul ‘Ada Apa Dengan Cinta’.
Film ini memang benar – benar menceritakan indahnya percintaan di saat remaja khususnya di sekolah. Namun belakangan ini para fans dari film ‘Ada Apa Dengan Cinta’ dikejutkan dengan pembuatan film pendek yang seakan menjadi lanjutan film tersebut di tahun 2002. Nostalgia pun benar – benar tidak terelakkan, mereka yang merindukan film ini seakan sangat bahagia dengan munculnya kembali para pemeran film tersebut pada short movie kali ini. Semoga para pecinta film ‘Ada Apa Dengan Cinta’ dapat disuguhkan dengan film selanjutnya yang tidak hanya sekedar ‘short movie’. 

Artikel Bebas

EVAN DIMAS SANG BINTANG YANG SEDANG TERBANG



Permainan Indonesia pada pagelaran turnamen AFF 2014 untuk Negara Asia Tenggara memang dapat dibilang mengecewakan. Indonesia yang seakan selalu ‘mengaum’ saat melawan rival – rivalnya pada pertandingan sepak bola, saat ini harus terus mengakui keunggulan tim – tim lawan. Pada AFF 2014 misalnya, Indonesia harus terpaksa tidak lolos karena hanya dapat menang 1 kali dari 3 pertandingan terakhir. Hasil tersebut tidak cukup meloloskan Indonesia ke babak semi final. Bahkan Filipina secara luar biasa dapat mengalahkan Indonesia dengan skor yang cukup telak 4 – 0 hal ini yang membuat rekor Indonesia selalu menang atas Filipina yang berlangsung lebih dari 20 tahun menjadi terpecahkan. Tidak hanya soal rekor yang terpecahkan, akan tetapi beberapa pelatih di Negara Asia Tenggara mengatakan bahwa Indonesia seakan ‘diajarkan’ bermain bola oleh Vietnam dan Filipina. Sungguh ironis keadaan ini dimana Indonesia adalah bisa dikatakan penguasa sepak bola di wilayah Asia Tenggara.
Namun mari sejenak lupakan hal tersebut, mari kita lihat permainan Indonesia saat melawan Laos. Pada pertandingan tersebut Indonesia berhasil menang dengan skor 5 – 1. Bagaimanapun kita patut mengapresiasi kerja keras mereka, meskipun harus dikatakan level permainan Laos jauh di belakang Vietnam dan Filipina. Selain itu dalam tim Indonesia terdapat ‘bocah’ dengan usia 19 tahun yang digadang – gadang menjadi Rising Star of South East Asia, yaitu Evan Dimas. Dia bermain dengan sangat brilian, kontribusinya cukup nyata dengan torehan 1 gol dan 1 assist dalam pertandingan tersebut. Bukan saat itu saja ia bermain sangat baik, sebelumnya yang paling kita ingat adalah 3 golnya yang memastikan Indonesia lolos menuju penyisihan grup Piala Asia U – 19. Meskipun Indonesia tidak bermain baik pada Piala Asia U -1 9 namun kiprah Evan Dimas perlu dinanti pada timnas Indonesia senior.
Evan Dimas telah lama menjadi buah bibir masyarakat Indonesia yang mengikuti perkembangan sepak bola jenjang usia remaja. Sebelumnya ia menjadi salah satu dari 100 anak di dunia yang berkesempatan dilatih oleh pelatih ternama, Pep Guardiola dalam ajang pencarian bakat bertajuk ‘The Chance’. Sebelum ia memenangikan AFF U – 19 2013, Indonesia junior juga telah memenangkan kompetisi jenjang usia muda yaitu HKFA International Youth Invitation di Hongkong pada tahun 2012 dimana Evan Dimas juga beperan di dalamnya. Setelah serangkaian prestasi yang sudah didulangnya, pelatih Indonesia senior Alfred Riedl memanggil Evan Dimas ke dalam skuat untuk menghadapi kompetisi AFF Cup 2014. Debut sebagai pemain senior yang dijalani Evan Dimas dilakukan dengan cukup baik dengan 1 gol yang ia cetak. Pergerakan Evan Dimas sebagai gelandang dianggap cukup mobile sehingga memungkinkan ia terus mencetak gol dan memberikan umpan kepada pemain lain yang memiliki posisi lebih baik. Mari kita dukung terus timnas Indonesia di segala usia dan dukung Evan Dimas menjadi The Rising Star of South East Asia. 

Jumat, 28 November 2014

Artikel Bebas

SELFIE STICK MASUK DALAM 25 PENEMUAN TERBAIK 2014





Bagi kalian yang suka ‘selfie’ menggunakan tongsis, kalian juga harus tahu bahwa tongsis masuk ke dalam jajaran ’The 25 Best Invenstions of 2014’ atau 25 penemuan terbaik pada tahun 2014 ini. Ya selfie stick atau tongsis (tongkat narsis) yang biasa dikenal orang Indonesia, menjadi salah satu penemuan terbaik tahun ini. Bentuknya yang ramping, dapat dilipat, dan membuat angle saat berfoto menjadi lebih baik ternyata dianggap penemuan penting dan mendapat urutan ke – 18 dari 25 penemuan yang dirilis oleh salah satu majalah terkemuka dari Amerika Serikat, yaitu TIME.
Menjamurnya fenomena ‘selfie’ atau berfoto narsis yang dilakukan diri sendiri maupun bersama dengan kerabat – kerabat terdekat menjadi salah satu alasan mengapa tongsis perlu digunakan. Jika berfoto dengan beberapa orang dalam jumlah banyak, sulit rasanya mengambil titik yang tepat dengan hanya menggunakan tangan. Dengan tongsis memungkinkan kita dapat mengambil gambar dengan angle yang lebih baik karena tongsis dapat direntangkan melebihi panjang tangan kita. Tongsis atau selfie stick yang masuk ke dalam penemuan terbaik tahun ini adalah tongsis dengan segala merk, jadi tidak ada diskriminasi tentang apa merk terbaik. Mereka semua yang memproduksi tongsis menjadi penemu dan pembuat salah satu barang terbaik tahun 2014.
Suvey ini dilakukan oleh majalah TIME terhadap banyaknya fenomena ‘selfie’ yang dilakukan khususnya oleh warga Amerika Serikat tempat redaksi itu berada. Selain itu, faktanya masyarakat Indonesia pun merasa tak ingin kalah dengan kemajuan teknologi tersebut. Tongsis terlihat sangat sederhana akan tetapi berapa banyak orang yang memikirkan bagaimana cara mengambil gambar dengan sudut dan angle yang baik? Hal tersebut kembali menjadi alasan kuat mengapa tongsis pantas masuk ke dalam 25 penemuan terbaik dunia tahun 2014.
Berikut adalah daftar dari The 25 Best Inventions 2014 versi majalah TIME
1. Skateboard tanpa roda "Hoverboard"
2. Wahana antariksa "Mangalyaan"
3. Reaktor fisi nuklir "High-beta"
4. Listrik nirkabel "Witricity"
5. Printer tiga dimensi "3D Systems"
6. Jam tangan pintar "Apple Watch"
7. Smartphone Android "Blackphone"
8. Kotak es "Coolest Cooler"
9. Cip "Lumo Lift"
10. Mobil listrik "BMW i3"
11. Tablet "Microsoft Surface"
12. Cincin reminder "Ringly"
13. Kotak obat "Pillpack"
14. Pisang antikebutaan "Superbananas"
15. Roda sepeda lisrik "Copenhagen Wheel"
16. Penerjemah bahasa tubuh "MotionSavvy uni"
17. Filter Ebola "Hemopurifier"
18. Tongsis ("Selfie Stick")
19. AC hemat daya "Aros"
20. Kamar penjara "Blue Room"
21. Tablet mainan "Osmo"
22. Bola basket pintar "94fifty"
23. Bungkus makanan yang bisa dimakan "Wikipearls"
24. Frame digital "Electric Objects"
25. Action figure "IAMelemental"

  

Artikel Bebas

EVERCOSS, MERK LOKAL YANG BERGENGSI




Salah satu brand local di bidang perangkat komunikasi, Evercoss telah menunjukkan taringnya kepada masyarakat Indonesia khususnya bahwa mereka pantas diapresiasi sebagai produk anak bangsa. Bahkan dalam konferensi Goggle I/O untuk memperkenalkan desain acuan smartphone terjangkau Android One beberapa bulan lalu, Google juga menunjuk Evercoss sebagai vendor lokal yang dipercaya untuk memasarkan smartphone Android tersebut. Cukup mengesankan mengingat bahwa persaingan di bidang perangkat komunikasi mobile sangat ketat, meskipun hanya melibatkan vendor – vendor lokal.
Dalam salah satu keterangan kepada KompasTekno di Semarang, Chief Marketing Officer Evercoss Janto Djojo mengatakan bahwa Google memang menunjuk Evercoss sebagai vendor untuk device saja karena pihak Google melihat Indonesia merupakan pangsa pasar besar untuk smartphone kelas menengah. Meskipun hanya berperan sebagai penyedia dan perancang device saja, akan tetapi Evercoss merasa tidak akan tanggung – tanggung dalam proyek ini. Evercoss akan memproduksi smartphone Android One berbasis sistem operasi Android versi 5.0 Lollipop. Ini menandakan bahwa Evercoss akan menggarap proyek ini dengan sistem operasi terbaru miliki Android (Google).
Evercoss menjadi salah satu merk lokal tersukses dalam penjualan perangkat komunikasi di Indonesia mengingat bahwa brand tersebut cukup sering kita lihat kiprahnya menjadi salah satu sponsor dalam ajang pencarian bakat di bidang menyanyi. Selain itu, produk yang dihasilkan sukses merambah ke dalam pasar kelas menengah. Rencananya dalam proyek Android One, Evercoss akan memberikan nama pada smartphone tersebut menjadi Evercoss One. Sedangkan untuk waktu peluncuran, Janto Djojo belum bisa membocorkan tanggal peluncurannya karena mereka menyerahkan keputusan kepada pihak Google sebagai pihak yang menunjuk Evercoss untuk merancang device smartphone Android One. Layak ditunggu bagaimana kiprah Android One dan Evercoss One ke depan.